Kenapa Putus Hubungan Sama Pasangan Bukannya Lega Tapi Galau
Putus hubungan dengan pasangan, pernahkah kamu merasa semakin galau? Padahal ketika putus hal yang kamu harapkan adalah bebas dan lega sudah terlepas dari suatu hubungan yang menurutmu tidak layak lagi dilanjutkan.
Putus hubungan percintaan, situasi yang bisa terjadi dalam suatu hubungan. Pasangan memutukan untuk tidak melanjutkan hubungan bisa terjadi dengan beragam alasan. Terkadang alasannya jelas, seperti seringnya terjadi pertengkaran, tidak ada minat atau perasaan cinta yang sama, dan bahkan pelecehan atau kekerasan. Di lain sisi, ada pula putus hubungan dengan alasan yang tidak begitu jelas, dan hal itu yang dapat membuatmu bertanya akan mengapa terjadi pemutusan hubungan. Terlebih apabila kamu merupakan korban pemutusan hubungan yang dilakukan oleh mantan pasanganmu terlebih dahulu. Dalam keadaan seperti ini, tentunya sulit untukmu melihat atau menilai bahwa pasanganmu tidak menderita layaknya kamu.
Bayanganmu, mantan pasanganmu menjadi bahagia setelah kamu tidak bersamanya lagi. Ingat! Kamu sendiri juga harus bahagia dan berhak untuk bahagia. Hal yang baik adalah ketika hubungan dengan seseorang telah berakhir, kedua belah pihak merasakan kebahagiaan. Meskipun kesedihan sesaat akan menghinggapi. Mempertahankan hubungan dengan seseorang yang tidak membuat kamu merasa bahagia dapat membuat kamu memupuk rasa benci yang besar terhadap pasangan. Perasaan benci yang menumpuk seiring waktu, sehingga berpotensi menjadi konflik besar di masa depan.
Photo by Velizar Ivanov on Unsplash
Sebaliknya kalau kamu yang memutuskan hubungan dengan pasanganmu terlebih dahulu, kalau masih merasa galau bukan lega itu yang harus kamu hindari juga. Karena keputusan yang kamu ambil bukan berarti salah, namun itu adalah yang terbaik buat kamu maupun mantanmu. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan pasanganmu, sebaiknya pertimbangkan apa yang menyebabkan kamu ingin putus dengannya. Kalau kamu dan pasangan menginginkan hal yang berbeda dan hubungan itu tidak cocok, langkah tepat untuk memutuskan hubungan dan melanjutkan hidupmu.
Namun bagaimana setelah memutuskan hubungan tetapi kamu baru bisa memikirkan dan merasakan galau apakah putus adalah hal yang tepat? Daripada lama merasakan bimbang, galau dan gundah gulana, ada baiknya menghubungi mantan dan membicarakan bersama kembali. Perlu diingat hubungi mantan kalau dalam proses galau yang kamu alami ada secercah pikiran bahwa hubunganmu bisa lebih baik dan layak untuk diselamatkan. Saat menghubungi mantan kamu harus intens mendiskusikan komitmen untuk menyelesaikan masalah yang menyebabkan kamu dan dia putus. Hal tersebut dapat memberikan wawasan yang dapat mendamaikan dan memperbaiki hubungan kalian berdua.
Fondasi hubungan percintaan pasangan
Sepasang kekasih dapat bertahan dalam sebuah hubungan berdasarkan berbagai macam alasan. Berikut beberapa fondasi yang dapat membantu kamu mengidentifikasi relationship foundation recipe. Setelah itu bisa kamu tentukan, apakah kamu bersedia untuk berkompromi dengan mantan kamu jika relationship foundation recipe tertentu tidak ada. Berikut ini beberapa relationship foundation recipe seperti kebahagiaan, saling menghormati, keterbukaan, komunikasi, kebebasan, dan kenyamanan.
Photo by Joshua Rawson-Harris on Unsplash
Cara mengatasi penyesalan dan kegalauan
Pertimbangkan bahwa perpisahan itu mungkin lebih baik untukmu dan mantan. Mengatasi galau sekarang demi kehidupan yang lebih baik nantinya. Dalam artian mungkin kamu akan memiliki pasangan dalam waktu yang singkat, atau mungkin kamu harus sendiri terlebih dahulu dan mendapatkan selang beberapa waktu. Jangan pernah berpikir kamu akan menghabiskan hidup sendiri tanpa ada pasangan setelah kamu putus. Hal ini yang membuat penyesalan dan galau terjadi pada dirimu. Memang setelah hubungan berakhir, kamu bisa dengan gampang mengingat segala kebaikan dan kelebihan mantan, serta melupakan segala yang buruk dari mantan. Terutama kalau kamu merasa kesepian karena belum jua menemukan pasangan. Berharap kembali dengan pasangan bukan hal baik untuk selalu dipikirkan, terutama bila hubunganmu dengan mantan lebih banyak drama dan prahara yang terjadi.
Lupakan segala hal yang menjadi kegalauan seperti kenapa putus karena hal yang tidak masuk di akala tau mantan sebetulnya orang baik, pebuatan selingkuhnya disebabkan oleh kamu yang tidak memperhatikan dia dengan lebih, dan sebagainya. Buang jauh semua pemikiran-pemikiran tersebut yang membuatmu menyesali, meratapi dan gelisah. Tidak apa-apa kalau kamu merasa sedih setelah berpisah. Kesedihan dan galau bukan berarti kamu mengambil keputusan yang salah. Kalau kamu memang bisa lega dan tidak merasa galau karena alasan yang logis coba pikirkan beberapa hal ini. Apakah kamu masih nyaman bersama mantan? Setelah perlakuan mantan sama kamu, apakah kamu benar-benar memaafkan atau masih akan mengingat perbuatannya? Selain percintaan, apakah kamu tidak ingin mengejar impian lain seperti traveling, meniti karir, memiliki rumah? Masih banyak hal lain yang bisa kamu kejar selain hubunganmu dengan sang mantan.
Photo by Joshua Rawson-Harris on Unsplash
Terlebih buat kamu yang menjadi korban pemutusan hubungan. Agar cepat mengatasi rasa menyesal dan galau tidak usah memikirkan alasan mantan dalam memutuskan hubungan dengan kita. Seperti alasan kamu terlalu baik, mantan ingin fokus mengejar studi atau karir, bahkan alasan klise lainnya. Alasan sebetulnya adalah pasanganmu sudah tidak bahagia denganmu dan memutuskan bahagia tanpamu. Hal yang paling penting adalah kamu juga akan bahagia tanpa mantanmu lagi ke depan.

