Ternyata Donat Pertama Kali Diciptakan Oleh Seorang Kapten Kapal Laut

Sekitar 180 tahun yang lalu seorang kapten pelaut kebangsaan Amerika yang bernama Hanson Gregory mengklaim sebagai pembuat donat pertama. Hanson Gregory melubangi bagian tengah donat menggunakan penutup kotak lada berbahan timah.

 

Layaknya banyak peristiwa bersejarah yang mengubah dunia, kebenaran sejarah di balik sebuah penemuan lubang donat kurang tersebarl luas sehingga banyak orang yang tidak mengetahuinya. Oleh karena itu artikel ini ada untuk memberikan Informasi mengenai penciptaan donat.

 

Adalah seorang kapten pelaut kebangsaan Amerika Serikat bernama Hanson Gregory, lahir di Rockport yang menciptakan donat pertama kali. Pada tanggal 22 Juni 1847, Kapten Hanson Gregory, di atas kapal yang mengangkut batu kapur membuat lubang di gumpalan adonan, yang kemudian digoreng untuk membuat donat pertama di dunia.

 

Photo source: DailyTelegraph.com.au 

 

Kapten Hanson Gregory membuat lubang pada adonan roti goreng (dough) dengan tujuan untuk membuat donat lebih enak rasanya saat dimakan menggunakan kotak lada. Penemuan Kapten Hanson Gregory metode pembuatan donat diceritakan kepada ibundanya saat ia kembali ke Rockport, Maine. Kemudian donat ciptaan Kapten Hanson Gregory mulai menyebar di Maine.

 

Penemuan suguhan kue goreng berbentuk cincin yang manis pada awalnya sempat diperdebatkan dengan hangat. Namun pada akhirnya dapat diterima secara luas di Maine, yang merupakan pengadopsi awal donat pada abad ke-19 dan sejak itu terus merebak ke seluruh dunia.

 

Photo source: AllThatsInteresting.com

 

Asal usul donat yang sebenarnya tidak begitu jelas. Kue berbentuk cincin atau suguhan roti telah lama ada sebelum donat pertama. Begitu pula dengan praktik menggoreng gumpalan adonan juga sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Diceritakan oleh Justin Dodd bahwa adonan tepung yang digoreng sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Tepatnya tercantum pada injil Leviticus 7:12.

 

Demikian pula suku-suku Jermanik di zaman kuno dan abad pertengahan makan bola-bola adonan goreng sebagai bagian dari Festival Yuletide tradisional selama titik balik matahari musim dingin. Bola-bola adonan ini kemungkinan besar merupakan asal mula donat modern oliebol (bola minyak) atau olykoek (kue berminyak) yang dimakan orang Belanda. Oliebol berisi tepung, telur, ragi, baking powder, buah kering dan mungkin beberapa kulit jeruk, dan digoreng dengan lemak babi.

 

Photo source: TodayIFoundOut.com

 

Ketika orang Belanda bermigrasi ke New Amsterdam (saat ini dikenal dengan nama New York) dan maupun kota-kota lain Amerika Serikat, mereka membawa resep kue berminyak dan menyebarkan di seluruh Amerika Serikat. Ibunda Kapten Hanson Gregory, Mary, merupakan salah satu ibu dari banyak orang Amerika Serikat yang memasak kue berminyak ini sebagai makanan keluarga. Kapten Hanson Gregory, lahir di Maine pada tahun 1831, menjadi pelaut semenjak usia 13 tahun.

 

Setiap berlayar, Kapten Hanson Gregory selalu membawa adonan kue goreng buatan ibunda. Saat itu kue goreng tersebut belum dikenal sebagai donat (dalam bahasa Inggris - doughnut), melainkan fried cakes dan twister. Adonan kue tersebut saat digoreng masih belum terasa sempurna rasanya, karena hanya matang pada bagian pinggiran dan luar. Sedangkan bagian dalamnya masih merupakan adonan mentah.

 

Photo source: CroyDonist.co.uk

  

Kapten Hanson Gregory mendapatkan inspirasi akan solusi untuk membuat adonan mentah di bagian dalam dari kue goreng ini. Sebuah solusi untuk membuat bolongan di bagian tengah adonan. Kapten Hanson Gregory mengungkapkan bahwa ia membolongi bagian tengah adonan kue goreng menggunakan penutup kotak lada berbahan timah. Merupakan lubang pertama donat yang pernah dilihat oleh manusia.

  

Photo by Sharon McCutcheon

 

Kini donat sudah menjadi makanan yang dikenal seluruh dunia, bahkan donat merupakan makanan pengganjal yang kadang juga bisa menggantikan makanan berat seperti nasi.  Donat di tanah air juga digemari karena makanan yang memberikan kenikmatan dan kesenangan. Kenikmatan dan kesenangan yang didapat dari bentuk, warna, rasa dan taburan di atasnya. Gimana menurut kalian para pencinta donat, apakah merasakan kenikmatan dan kesenangan saat menyantap donat?

 

Photo by Darina Belonogova